Mahasiswa FKG Unmul Raih Bronze Medal 1 pada International Student Summit (ISS) 2026 di Malaysia

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Malaysia. Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa FKG Unmul berhasil meraih Bronze 1 Medal pada Poster Category dengan subtema Health.


 Tim ini diketuai oleh Muhammad Yach Syallah Pasla (Kedokteran Gigi 2023) dan beranggotakan Ubaydillah Shahab (Kedokteran Gigi 2023), Amanda Nur Fadillah (Kedokteran Gigi 2023), Fenny Chandra (Kedokteran Gigi 2023) serta Rafif Rabbanizaly (Kedokteran Gigi 2024). Meskipun tidak memiliki nama tim khusus, sejak awal mereka menggunakan nama grup chat “Let’s Go Malay” sebagai bentuk harapan agar dapat lolos hingga tahap final di Malaysia.

Pada kompetisi tersebut, tim mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Enhancing Early Oral Disease Prevention in Children Using AI-Integrated Task Sharing Models.” Karya ini mengangkat gagasan mengenai upaya peningkatan pencegahan penyakit mulut sejak dini pada anak melalui pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu melakukan skrining awal kondisi rongga mulut menggunakan foto dari kamera ponsel. Melalui konsep task sharing, pengambilan foto dapat dilakukan oleh volunteer terlatih tanpa harus memiliki latar belakang kesehatan, kemudian data dikirimkan ke basis data untuk ditinjau oleh dokter gigi sehingga dokter gigi dapat langsung memfokuskan penanganan pada pasien yang membutuhkan perawatan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan program preventif kesehatan gigi, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh tenaga kesehatan.

Ajang ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Nigeria, Kenya, Somalia, dan Syria, dengan delapan subtema yang berbeda, yaitu agriculture, law and economics, education, tourism and culture, food, environment, technology, dan health.


Ide mengikuti kompetisi ini bermula dari ketua tim yang pernah mengikuti ISS pada tahun sebelumnya dan kemudian mengajak anggota tim lainnya untuk berpartisipasi. Persiapan lomba dilakukan melalui diskusi daring dan pertemuan melalui Google Meet, mengingat padatnya jadwal perkuliahan.

Salah satu tantangan yang dihadapi tim adalah mempersiapkan sesi presentasi dan tanya jawab dalam bahasa Inggris. Meskipun memiliki pemahaman bahasa Inggris yang cukup baik, pada awal latihan mereka masih mengalami kesulitan ketika harus menjawab pertanyaan secara spontan dalam waktu terbatas. Untuk mengatasinya, tim melakukan latihan intensif menjelang keberangkatan dengan simulasi presentasi menggunakan pengatur waktu serta sesi latihan tanya jawab antar anggota tim.  Bahkan selama berada di Malaysia, para anggota tim juga berusaha membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari agar lebih percaya diri saat menghadapi sesi presentasi di depan juri. Pengalaman mengikuti kompetisi internasional ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk bertemu peserta dari berbagai negara, bertukar ide, serta memperluas wawasan akademik dan budaya. 

Tim berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba kompetisi internasional. Mereka juga menekankan pentingnya mencari informasi lomba sebanyak mungkin, mempersiapkan konsep yang matang, serta tidak takut menghadapi keterbatasan, termasuk dalam penggunaan bahasa asing.



Bagikan
Sebarkan info prestasi ke rekan Anda.
WhatsApp Facebook X / Twitter